Home > buku > The Way to Happiness (part 1)

The Way to Happiness (part 1)

 

OaSe kEbAhAgIaAn

 

“anda memang sukses tapi anda bahagia?”

Pertanyaan yang membuat saya berpikir ulang…emang ternyata benar bahwa ga semua orang yang sukses tu bahagia..kadang kita iri melihat kesuksesan orang lain kemudian akan timbul rasa iri dan ingin menjadi seperti mereka. Hal itu ga terjadi sekali saja bahkan berulang-ulang karena manusia memang tidak pernah puas. Tetapi coba direnungkan kembali, setelah kita mendapatkan kesuksesan seperti yang kita inginkan, apakah kita merasa bahagia??? Tentu jawabannya “ ga semua bahagia”. Mungkin hanya beberapa orang yang merasakan bahagia ketika mereka sukses tapi hal itu hanya dialami oleh sebagian kecil orang dari seluruh manusia yang hidup di dunia ini.

Bahkan penulis mengatakan ada yang sampai mengakhiri kehidupan mereka karena mereka berpikir hidup tak ubahnya sebagai masalah yang besar. Menurut saya ini adalah pemikiran orang yang sudah bosan dengan yang namanya hidup. Mereka tidak bisa menikmati betapa indahnya kehidupan ini. Mereka hanya menganggap kalo hidup hanyalah beban, dan akhirnya mereka bunuh diri untuk menghilangkan beban tersebut.

Seperti yang diungkap penulis bahwa jika sukses adalah seni mendapatkan kebahagiaan apapun yang anda inginkan maka kebahagiaan sebenarnya adalah seni untuk mencintai apapun yang telah kita dapatkan. Jadi sebesar apapun permasalahan yang kita hadapi dalam kehidupan maka kita harus menghadapinya sampai waktu kehidupan kita berakhir.

Hidup ini bukanlah bukanlah permasalahan tetapi hidup ini adalah sebuah pengalaman. Hidup di dunia hanyalah soal cara pandang, seperti yang dikatakan oleh ukhti dewi anjani dalam cerbungnya yang berjudul pelangi retak yaitu :

“Hidup berjalan seperti apa yang kita bayangkan. Kalau kita menggunakan kacamata hitam dalam memandang hidup ini, tentu saja yang terlihat hanya warna-warna kelabu. Tetapi, ketika kita mencoba menggunakan kacamata hati yang bening untuk melihatnya, niscaya yang terlihat adalah barisan pelangi yang menyejukkan.”

Semua memang tergantung kita sendiri… ketika permnasalahan datang…. bagaimana cara menghadapainya dan menyelesaikannya sehingga bisa tercapainya kebahagiaan yang diinginkan. Apa yang harus kita lakukan untuk mendapatkan kebahagiaan itu????

Jangan pernah menunggu kebahagiaan tetapi CARILAH

Seperti ungkapan bahwa yang namanya menunggu itu menyakitkan yaitu menunggu sesuatu yang tidak pasti. Seperti halnya kebahagian, kita tidak akan bisa mendapatkannya kalo kita tidak berusaha untuk menjemputnya. seperti yang ditulis dalam Al Quran bahwa Allah tidak akan mengubah nasib manusia hingga dia mau mengubah dirinya sendiri… dalam penggalan ayat tersebut jelas dikatakan bahwa diperlukan usaha untuk merubah nasib kita (yang dimaksut disini adalah untuk mendapatkan kebahagiaan).

Perasaan bahagia merupakan warning agar kita segera berubah. Perubahan yang dimaksud disini adalah cara berpikir, keyakinan, pilihan emosi dan semangat spiritualitas kita. Jadi dapat dikatakan bahwa bahagia merupakan proses merubah diri. Proses ini tak sebanding dengan usia. Ada ungkapan yang mengatakan “tua itu pasti tetapi dewasa itu pilihan”.  Jadi untuk mendapatkan kebahagian tidak ada hubungannya dengan usia.  Belum tentu orang yang sudah tua mempunyai kebahagiaan lebih banyak dibanding dengan anak muda. Oleh karena itu banyak orang yang sudah hidup bertahun2 tapi tidak merasakan kebahagiaan.

Seperti halnya takdir. Takdir memang sesuatu yang pasti tapi kita tidak dianjurkan hanya untuk berdiam diri menunggu dan menjalaninya tetapi takdir itu harus diperjuangkan  Seperti ungkapan “Takdir bukanlah masalah kesempatan tetapi takdir adalah pilihan”.  Mungkin setiap manusia pernah yang mengalami kehidupan yang bener sulit. Di saat seperti itu kita ga boleh namanya putus asa menerima takdir kita yang seperti itu. Tetapi yang harus dilakukan adalah berjuang untuk lepas dari kesulitan tersebut. Salah satu hal yang hanya mungkin bisa kita lakukan adalah berharap. Jangan pernah berhenti untuk berharap. Harapan inilah satu2nya penyelamat. Seperti kisah 4 lilin dimana masing2 memiliki nama yang berbeda. Lilin pertama bernama ima, kedua damai, ketiga cinta dan yang keempat adalah harapan. Lilin pertama mulai redup dan akhirnya mati diikuti dengan lilin kedua dan ketiga… disaat itulah lilin ke empat yaitu harapan (satu2nya yang masih menyala) memberikan secercah cahaya dan menghidupkan ketiga lilin lainnya. Harapanlah yang menyelamatkan iman, damai dan dewasa dari belenggu kegelapan dan akhirnya keempat lilin itu bahagia….(jadi terharu).

Itulah pentingnya harapan. Sekali lagi jangan pernah berhenti berharap. Tetapi jangan hanya berharap saja tetapi juga jangan berhenti untuk berbuat.

Happiness is the best MEDICINE

“Sebenarnya kebahagiaan merupakan obat yang terbaik” seperti itulah yang dikatakan oleh penulis. Orang yang mempunyai mood positif dan kebahagiaan maka tingkat kesehatannya tinggi.

Chronically unhappy SILENT KILLER

4 hal penyebab Chronically unhappy yaitu

à         Unfinished emotion

Yaitu bentuk respon emosional terhadap apa yang kita persepsikan tidak adil yang terjadi di masa lampau. Bentuk emosi ini bermacam-macam, bisa berupa kebencian, kemarahan, sakit hati ato dendam. Bentuk menyimpan dan menahan emosi di masa lalu juga dapat menyebabkan unfinished emotion. unfinished emotion terjadi karena manusia tidak segera ato tidak mau menyelesaikan permasalahan emosinya. Manusia tidak mau menerima ato memaafkan orang2 yang telah menyakitinya.

Ada 6 penyangkalan yang biasanya dilakukan oleh manusia dalam menyelesaikan masalah, yaitu:

  1. Represi à mengubur masalah dan berpura2 tidak ada masalah
  2. Pengalihan ato penghindaran
  3. Proyeksi à melampiaskan permasalahan pada benda ato orang lain yang tidak ada sangkut pautnya dengan permasalahan kita
  4. Perilaku menyamankan à membuat nyaman sementara yaitu dengan merokok, makan, ngemil, tidur
  5. Perilaku menempuh resiko
  6. Berkhayal

Untuk mendapat bahagia, penyangkalan di atas harus kita minimalkan. Kebahagiaan bukanlah hanya hilangnya rasa sakit tapi kebahagiaan adalah kapasitas kita untuk belajar dari rasa sakit itu.

à         Mind illusion

Untuk bahagia diperlukan pemahaman2 ilusi agar kita dapat merespon setiap situasi dengan lebih proporsional. Dengan memahami ilusi tersebut, iita akan terhindar dari jebakan2 keyakinan yang sering membuat tidak bahagia.

Ilusi itu timbul karena kita mendistorsi pikiran kita sendiri sehingga dengan pikiran itu kita menjadi selalu cemas dan tidak bahagia.

Mcam2 ilusi:

1.       Pemikiran all or none

Pemikiran ini ditandai dengan perkataan selalu, semua, tidak pernah sama sekali

Pemikiran seperti ini membuat kira semakin menderita secara kronis.

Pemikiran ini menutup sikap berbaik sangka

Contoh: “ dia tiak pernah sama sekali menghargai saya”

2.       Generalisasi berlebihan

Pemikiran ini ditandai dengan sikap kesewenang wenangan kita terhadap sesuatu walopun hanya terjadi sekali saja.

Ilusi ini dapat menimbulkan reaksi berantai yang kadang sulit dikendalikan

Contoh: “dia kemarin tidak menelpon saya artinya dia tidak perhatian dengan saya”

3.       Filter mental

Ilusi ini ditandai dengan keinginan kita untuk melihat sisi negatif dari setiap peristiwa yang kita alami (selalu memakai kacamata negatif)

4.       Positive disqualification

Ilusi ini lebih ektrem dari filter mental (tidak mengabaikan hal positif tapi merubahnya menjadi hal negatif).

5.       Pembacaan pikiran

Pikiran anda yang selalu mereka reka sendiri apa yang sedang dipikirkan oleh orang lain tapi rekaan itu kebanyakan yang negatif.

6.       Meramalkan

Meramalkan sesuatu yang buruk akan selalu terjadi pada masa depan

7.       Penalaran emosional

Ditandai dengan kecenderungan anda menganggap bahwa apa yang anda rasakan secara subyektif tersebut selalu benar.

8.       Pembesar-besaran

Membesar-besarkan hal yang kecil

Ilusi di atas yang memicu konflik yaitu konflik yang banyak didasarkan pada dugaan2.

à         Spiritual weakness

Keyakinan agama dan spiritualitas merupakan hal yang amat vital dalam pencarian kebahagiaan sejati sebab keyakinan agama memberikan arah yang jelas dalam hidup ini. Hal ini dibuktikan oleh ahli psikologi yang mengatakan bahwa manusia religius lebih bahagia dari mabusia kebanyakan.

à         Disharmony

Ketidakseimbangan kehidupan dapat menyebabkan tidak bahgia. Penulis membagi bidang kehidupan menjadi lima yaitu financial, fisik, relationship, intelektual dan spiritual. Jika terjadi masalah pada satu bidang sehingga menyebabkan ketidakseimbangnya kehidupan, maka hal ini dapat menghambat kita pada kebahagiaan.

Categories: buku
  1. No comments yet.
  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: